• Daftar
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Mealist

Ingin tau tlebih cepat mengetahui perkembangan agenda yang akan kami laksanakan? Masukkan nama dan email anda yang masih aktif
Interpreanership



Januari 2012
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

You are here: Home

Pesantren Nusantara, Membina Kemandirian Ekonomi Pesantren

MEMBANGUN KARAKTER “MEMERDEKAN”

MEMBANGUN KARAKTER “MEMERDEKAN”
oleh; Aris Adi Leksono 

Terdapat kesan yang mendalam dalam merayakan HUT RI ke-66 th tahun, itulah ungkapan yang dirasakan oleh beberapa teman saat berbincang santai sambil menunggu beduk maghrib. Lebih jauh penulis menyimpulkan dari obrolan santai tesebut makna kesan mendalam mereka; pertama, HUT Kemerdekaan kali ini berbarengan dengan bulan ramadhan seakan mengulang momentum 66 tahun lalu, saat bangsa ini diproklamirkan kemerdekaannya oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Kedua; kaum muslimin akan merayakan dua kali hari kemerdekaan dalam satu momen; hari kemerdekaan RI, dan hari kemerdekaan idul fitri setalah sebulan berpuasa.

Terlepas dari kesan mendalam tersebut, pertanyaannya apa yang bisa kita perbuat dengan momentum yang luar biasa ini? Apakah kita hanya dapat membaca dan mengenang sejarah, tanpa berbuat? atau sekedar memperingati moment ini dengan ceremonial upacara saja?. Sementara di luar sana banyak orang yang merasa “belum merdeka”, karena lemahnya ekonomi. Pada tataran Negara, kita masih “belum merdeka”, karena belenggu penjajahan para koruptor terhadap kekayaan bangsa ini yang membahayakan nasib generasi muda di masa yang akan datang. Pada moment yang kedua benarkah? kita layak disebut “pemenang atau merdeka”, dengan melewati bulan ramdhan dengan segudang amal indah dan rahmat lailatul qodar. 

Lebih jauh tulisan ini akan mengupas apa yang harus dilakukan ke depan? dan apa spirit yang harus kita bangun dengan dua modal moment yang berharga tersebut, terlebih jika dikaitkan dengan penanaman karakter generasi mendatang. Terutama bagi insan Madrasah di lingkungan Kementerian Agama RI, yang jika ditilik secara historis dan materialis adalah salah satu pemilik nomenklatur kedua moment tersebut. Maka tidak ada kata lain kecuali kita harus bisa mengambil hikmah yang mendalam, terutama dalam praktek pendidikan di Madrasah.
 

MUHASABAH & SMART MOTIFASI

MUHASABAH & SMART MOTIFASI
PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SANTRI NUSANTARA (P3SN)
Bagi Warga Binaan Sosial Ceger Jakarta Timur

LATAR BELAKANG
Pembangunan di Indonesia yang dilaksanakan secara berkesinambungan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia secara adil dan merata. Hasil dari pembangunan yang dilaksanakan secara bertahap diharapkan dapat mengurangi kesenjangan yang ada di masyarakat baik sosial, ekonomi maupun budaya.

Idealnya cita-cita bangsa adalah demikian, namun faktanya manjadi berbeda, masih ada sebagian saudara-saudara kita mendapatkan cobaan terkait kesejahteraan mereka, sehingga mereka harus memilih urbanisasi ke Ibu Kota, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan.

Dengan bekal kemampuan dan keterampilan seadanya mereka nekat urban ke Jakarta, alih-alih mendapatkan kesejahteraan, justru yang didapat adalah kesengsaraan dan kesenjangan sosial, akibatnya menjadi masalah sosial bagi pemerintah provinsi DKI Jakarta

Nasi sudah menjadi bubur, masalah harus mendapatkan winwin solution, Pusat Pengembangan & Pemberdayaan Santri Nusantara (wwww.pesantrennusantara.com) mencoba mengambil peran dalam mengatasi salah satu problem sosial masyarakat ibu kota dengan kegiatan “Muhasaban Smart Motivation” bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau biasa disebut Warga Binaan Sosial (WBS).
 

LAUNCHING GERAKAN KEMANDIRIAN EKONOMI & PELATIHAN KOPERASI

Press Realise
LAUNCHING GERAKAN KEMANDIRIAN EKONOMI
& PELATIHAN KOPERASI
“Optimalisasi Peran Mahasiswa Dalam Mewujudkan Kemandirian Rakyat”
Malang,  22 – 24 Juni 2011 

I. LATAR BELAKANG
Fakta angka pengangguran yang cukup tinggi di negeri yang kaya sumber daya alam (SDA) tidak bisa di pandang sebelah mata. Dampaknya, munculnya penyakit social dewasa ini yang meresahkan masyarakat semisal perampokan, pemerasan dan lain sebagainya merupakan klimaks dari prilaku yang disebabkan oleh ketidak berdayaan individu sebagai bagian terkecil dari masyarakat. dengan pola yang berbeda-beda, akan tetapi motifnya tetap satu yaitu persoalan ekonomi yang semakin terhimpit. Dan lebih parah lagi hal ini dilakukan kebanyakan oleh pemuda yang usianya produktif yang seharusnya mempunyai daya kreatif yang cukup kuat untuk tidak terjebak pada prilaku-prilaku yang meresahkan tersebut. 
Keadaan seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa ada interfensi yang masif oleh komponen bangsa, dengan cara semakin membuka peluang lapangan kerja. secara sosiologis sebaiknya harus dimulai dengan penyadaran sistemik pada pola pikir dan asah kemampuan untuk menstimulus individu agar sadar dan mau merubah nasibnya sendiri.
Pembangunan ekonomi menjadi suatu hal yang tak terpisahkan dari pembangunan nasional bahkan menjadi skala prioritas pemerintah. Suksesnya pembangunan suatu negara lebih banyak diukur dari sejauhmana pertumbuhan ekonominya.  Apalagi setelah adanya penandatanganan MoU pelaksanaan ACFTA beberapa bulan yang lalu oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Bandung, menjadi tantangan yang dilematis bagi masyarakat di tengah-tengah persoalan ekonomi bangsa yang tak kunjung usai. 

Para pelaku industri merasa khawatir terhadap hasil perjanjian tersebut , apalagi produk-produk china mendominasi produk impor, sehingga memberikan dampak yang kurang baik bagi pelaku industri tanah air, terutama sektor UKM, lebih ironis lagi dampak ACFTA tersebut menyebabkan sebagian dari perusahaan gulung tikar karena mereka tidak mampu berkompetisi dengan produk china yang murah, dan berkualitas. Akibatnya terjadi PHK besar-besaran terhadap karyawan pabrik dan bertambahnya pengangguran. 
 

Piagam “Islam-Indonesia”; Solusi Perdebatan Islam Kekinian

Piagam “Islam-Indonesia”; Solusi Perdebatan Islam Kekinian
Oleh; Aris Adi Leksono*

Sudah menjadi hal yang wajar, situasi dan kondisi kehidupan sosial mahluk yang disebut manusia selalu mengalami perubahan, baik kecil atau besar, guna menuju keteraturan sosial yang dicita-citakan, baik keteraturan yang dicapai melaui analisis budaya, struktur sosial, maupun hubungan antar individu. Bisa jadi dinamisasi adalah sekenario Tuhan, untuk menjaga eksistensi mahluk-Nya yang paling sempurna, pengemban amanat “kekhalifahan” di muka bumi. (simak cerita perdebatan awal mula diciptakan manusia dalam Q.S Al-Baqoroh Ayar 30 - 34).

Jika menengok kondisi bangsa ini, sangat jelas bahwa paragraph di atas bukan hanya sekedar kata-kata belaka. Tetapi merupakan kondisi yang sekarang dialami negara Indonesia yang menuju pada proses kemajuan. Realita sosial bangsa ini mengalami goncangan yang luar biasa, baik kondisi sosial-budaya, ekonomi, politik, sistem kenegaraan, bahkan yang akhir-kahir ini menarik perhatian adalah fenomena interpretasi nilai-nilai keislaman, terutama hal-hal yang menyangkut peran Islam dalam menciptakan keteraturan kehidupan sosial masyarakat bangsa Indonesia, atau sederhananya, bagaimana eksistensi nilai-nilai keislaman dalam penyeleng-garaan negara Indonesia.

Berdebatan ke-islaman sekarang bukan hanya sekedar dikotomi yang dilakukan orde baru “Islam kanan atau Islam kiri”, tetapi sudah pada klaim “kami kelompok masyarakat islam ahlussunah wal-Jama’ah, jika konsep kami tidak digunakan, maka tunggu kehancuran negara (wathoniyah) ini”. Sebagian kelompok yang lain mengklaim “kelompok kami adalah Islam rahmatal lil ‘alamin, selalu mengahargai nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia”. Pastinya semuanya memiliki dasar masing-masing, bahkan bisa jadi ada skenario global dibalik semua itu.

   

Halaman 1 dari 6

Mutiara Hikmah

Pembina P3SN

 

Iklan Anda

 

 

Data kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterSekarang61
mod_vvisit_counterKemarin44
mod_vvisit_counterSeminggu61
mod_vvisit_counterMinggu Lalu382
mod_vvisit_counterSebulan1326
mod_vvisit_counterBulan Lalu2122
mod_vvisit_counterTotal Kunjungan39398

We have: 1 guests online
IP Anda: 38.107.179.207
 , 
Today: Jan 28, 2012

Kunjungan Saat ini

Ada 1 tamu online

Sekretariat

Jl. Mesjid At-Taqwa RT 02/RW 08

Kelurahan Kembangan Utara Kecamatan Kembangan

Kotamadya Jakarta Barat

Telp. 02191523905, 02191287015, 081388705094

Poling

Sejauh mana kemandirian pesantren sampai sekarang?