• Daftar
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Mealist

Ingin tau tlebih cepat mengetahui perkembangan agenda yang akan kami laksanakan? Masukkan nama dan email anda yang masih aktif
Interpreanership



Pebruari 2012
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

You are here: Home Jendela Pesantren

Jendela Pesantren

Piagam “Islam-Indonesia”; Solusi Perdebatan Islam Kekinian

Piagam “Islam-Indonesia”; Solusi Perdebatan Islam Kekinian
Oleh; Aris Adi Leksono*

Sudah menjadi hal yang wajar, situasi dan kondisi kehidupan sosial mahluk yang disebut manusia selalu mengalami perubahan, baik kecil atau besar, guna menuju keteraturan sosial yang dicita-citakan, baik keteraturan yang dicapai melaui analisis budaya, struktur sosial, maupun hubungan antar individu. Bisa jadi dinamisasi adalah sekenario Tuhan, untuk menjaga eksistensi mahluk-Nya yang paling sempurna, pengemban amanat “kekhalifahan” di muka bumi. (simak cerita perdebatan awal mula diciptakan manusia dalam Q.S Al-Baqoroh Ayar 30 - 34).

Jika menengok kondisi bangsa ini, sangat jelas bahwa paragraph di atas bukan hanya sekedar kata-kata belaka. Tetapi merupakan kondisi yang sekarang dialami negara Indonesia yang menuju pada proses kemajuan. Realita sosial bangsa ini mengalami goncangan yang luar biasa, baik kondisi sosial-budaya, ekonomi, politik, sistem kenegaraan, bahkan yang akhir-kahir ini menarik perhatian adalah fenomena interpretasi nilai-nilai keislaman, terutama hal-hal yang menyangkut peran Islam dalam menciptakan keteraturan kehidupan sosial masyarakat bangsa Indonesia, atau sederhananya, bagaimana eksistensi nilai-nilai keislaman dalam penyeleng-garaan negara Indonesia.

Berdebatan ke-islaman sekarang bukan hanya sekedar dikotomi yang dilakukan orde baru “Islam kanan atau Islam kiri”, tetapi sudah pada klaim “kami kelompok masyarakat islam ahlussunah wal-Jama’ah, jika konsep kami tidak digunakan, maka tunggu kehancuran negara (wathoniyah) ini”. Sebagian kelompok yang lain mengklaim “kelompok kami adalah Islam rahmatal lil ‘alamin, selalu mengahargai nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia”. Pastinya semuanya memiliki dasar masing-masing, bahkan bisa jadi ada skenario global dibalik semua itu.

 
Panjatkan Do'a Bersama

MUSTAFA KEMAL ATARTURK DAN MODERNISASI TURKI

MUSTAFA KEMAL ATARTURK
DAN MODERNISASI TURKI
Membangun Spirit Kaum Santri

Mustafa Kemal Atarturk, pemuda yang memiliki nama kecil Mustafa ini dilahirkan pada tahun 1881 disebuah kota kecil yang bernama Salonika. Dia dilahirkan ditengah-tengah keluarga yang tergolong kurang mampu, ayahnya bernama Ali Riza berprofesi sebagai juru tulis amatiran, sedangakan ibunya bernama Zubaidah, buta huruf yang selalu setia memakai burdah. Ibunya termasuk orang yang kuat beriman dan taat beribadah. Sejak umur tujuh tahun Mustafa sudah ditinggal wafat oleh Ayahnya, karena penyakit paru-paru yang dideritanya. Sejak itu pula dia diasuh oleh ibunya dengan didikan religius. Layaknya seorang ibu dimasa itu, dia berharap kelak kemal menjadi sarjana muda yang patuh pada orang tua dan norma-norma agama.

Kehidupan Mustafa Kemal Atarturk
Seiring waktu berjalan, Mustafa tumbuh menjadi seorang remaja yang dipundaknya ditaruh harapan seorang ibu, yaitu menjadi remaja yang memiliki kekuatan iman dan selalu taat beragama. Tetapi kenyataan lain, Mustafa menjadi remaja yang brutal, angkuh, menentang norma-norma yang berlaku dan tanpa malu mencacimaki gurunya yang tak sesuai dengan alur pemikirannya. Dia selalu menyendiri, tidak mau bergaul dengan teman-temannya. Sampai pada suatu saat, karena merasa harga dirinya dipermalukan seorang guru yang memukulnya, tapi dia malah lari dan tidak mau sekolah lagi. Bahkan ibu yang mencoba menasihatinya, tidak segan-segan dia menentangnya dan berbalik memukulnya. Perkembanganya  yang seperti itu, memaksa pamannya untuk memasukkan Mustafa ke sekolah militer. Pamannya menganggap pendidikan itu akan dapat menjamin masa depannya.

Pada pendidikan militer inilah jati diri seorang Mustafa ditemukan, dia lulus tes, masuk menjadi seorang tamtama dengan segudang prestasi. Karena prestasinya tersebut, terutama dalam Ilmu matematika dan ilmu-ilmu kemiliteran, dia dijuluki oleh gurunya "Kemal" yang berarti kesempurnaan. Bahkan dia juga perna dipromosikan sebagai pengajar di instansi tersebut. Dan pada ahir pendidikannya  Kemal dilantik menjadi seorang kapten, pangkat yang sangat membanggakan dimasa itu.

 

Masa Depan Pesantren

Secara historis, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang multifungsi. Ia menjadi benteng pertahanan sekaligus pusat penyiaran (dakwah) Islam. Tidak ada data yang pasti tentang awal kehadiran pesantren di Nusantara (Ensiklopedi Islam, 2005). Baru setelah abad ke-16 diketahui bahwa terdapat ratusan pesantren yang mengajarkan kitab kuning dalam berbagai bidang ilmu agama seperti fikih, tasawuf, dan akidah. 

 

Pesantren dalam Delema

Sejarah pendidikan pesantren akan segera memasuki babak baru pasca-terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Mampukah peraturan yang disahkan bertepatan dengan Hari ABRI (5 Oktober 2007) itu menjadi instrumen pengembangan dan akomodasi pesantren dalam kebijakan pemerintah? Atau sebaliknya, ia justru menjadi alat homogenisasi-hegemonik pemerintah terhadap pesantren?

   

Fiddini Collection

Mutiara Hikmah

Pembina P3SN

 

Iklan Anda

 

 

Data kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterSekarang67
mod_vvisit_counterKemarin56
mod_vvisit_counterSeminggu304
mod_vvisit_counterMinggu Lalu535
mod_vvisit_counterSebulan507
mod_vvisit_counterBulan Lalu1597
mod_vvisit_counterTotal Kunjungan40176

We have: 2 guests online
IP Anda: 38.107.179.208
 , 
Today: Peb 08, 2012

Sekretariat

Jl. Mesjid At-Taqwa RT 02/RW 08

Kelurahan Kembangan Utara Kecamatan Kembangan

Kotamadya Jakarta Barat

Telp. 02191523905, 02191287015, 081388705094

Poling

Sejauh mana kemandirian pesantren sampai sekarang?