LAUNCHING GERAKAN KEMANDIRIAN EKONOMI & PELATIHAN KOPERASI
Press Realise
LAUNCHING GERAKAN KEMANDIRIAN EKONOMI
& PELATIHAN KOPERASI
“Optimalisasi Peran Mahasiswa Dalam Mewujudkan Kemandirian Rakyat”
Malang, 22 – 24 Juni 2011
I. LATAR BELAKANG
Fakta angka pengangguran yang cukup tinggi di negeri yang kaya sumber daya alam (SDA) tidak bisa di pandang sebelah mata. Dampaknya, munculnya penyakit social dewasa ini yang meresahkan masyarakat semisal perampokan, pemerasan dan lain sebagainya merupakan klimaks dari prilaku yang disebabkan oleh ketidak berdayaan individu sebagai bagian terkecil dari masyarakat. dengan pola yang berbeda-beda, akan tetapi motifnya tetap satu yaitu persoalan ekonomi yang semakin terhimpit. Dan lebih parah lagi hal ini dilakukan kebanyakan oleh pemuda yang usianya produktif yang seharusnya mempunyai daya kreatif yang cukup kuat untuk tidak terjebak pada prilaku-prilaku yang meresahkan tersebut.
Keadaan seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa ada interfensi yang masif oleh komponen bangsa, dengan cara semakin membuka peluang lapangan kerja. secara sosiologis sebaiknya harus dimulai dengan penyadaran sistemik pada pola pikir dan asah kemampuan untuk menstimulus individu agar sadar dan mau merubah nasibnya sendiri.
Pembangunan ekonomi menjadi suatu hal yang tak terpisahkan dari pembangunan nasional bahkan menjadi skala prioritas pemerintah. Suksesnya pembangunan suatu negara lebih banyak diukur dari sejauhmana pertumbuhan ekonominya. Apalagi setelah adanya penandatanganan MoU pelaksanaan ACFTA beberapa bulan yang lalu oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Bandung, menjadi tantangan yang dilematis bagi masyarakat di tengah-tengah persoalan ekonomi bangsa yang tak kunjung usai.
Para pelaku industri merasa khawatir terhadap hasil perjanjian tersebut , apalagi produk-produk china mendominasi produk impor, sehingga memberikan dampak yang kurang baik bagi pelaku industri tanah air, terutama sektor UKM, lebih ironis lagi dampak ACFTA tersebut menyebabkan sebagian dari perusahaan gulung tikar karena mereka tidak mampu berkompetisi dengan produk china yang murah, dan berkualitas. Akibatnya terjadi PHK besar-besaran terhadap karyawan pabrik dan bertambahnya pengangguran.
Selengkapnya... Tulis komentar
Kewirausahaan

















