• Daftar
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Mealist

Ingin tau tlebih cepat mengetahui perkembangan agenda yang akan kami laksanakan? Masukkan nama dan email anda yang masih aktif
Interpreanership



Mei 2012
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

You are here: Home Wawasan Islam Jendela Keluarga KECERDASAN HATI KUNCI KEBANGKITAN BANGSA

KECERDASAN HATI KUNCI KEBANGKITAN BANGSA

Email Cetak PDF
KECERDASAN HATI KUNCI KEBANGKITAN BANGSA
Oleh; Aris Adi Leksono*
Haflah Maulid di Museum MH. Thamrin, Jakarta Pusat
Apa yang terjadi pada Negara ini? Penyakit apa yang mengingapi bangsa ini? Hingga tidak ada cara yang genuine untuk mengatasi problem yang dialaminya. Problem ekonomi, yang telah melahirkan banyak pengangguran, pemiskinan, hingga berujung pada tindak Kriminal. Problem politik, jelas sekali bisa kita saksikan, bagaimana para pemimpin bangsa ini, para wakil rakyat, serta para aktifis parpol, justru malah banyak membohongi rakyat, mencuri kekayaan Negara untuk kepentingan pribadi dan golongannya sendiri, sehingga melahirkan birokrasi yang korup. Problem pertahanan dan keamanan, sudah menjadi rahasia umum kalau negara asing sangat mudah menancapkan kukunya, sehinggga kedaulatan bangsa dan Negara hari ini menjadi tercabik-cabik oleh intervensi asing, rekayasa global.
Ratusan analis, pengamat, praktisi, serta akademisi, membicarakan problem bangsa ini. Semuanya hanya bicara, belum ada blue print tentang desain  penyelenggaraan dan pengembangan Negara yang strategis, dapat disepakati bersama, serta dijadikan landasan gerak perubahan. Apalagi kalau kita menyaksikan hiruk pikuk menjelang pemilu 2009, ribuan calon wakil rakyat (caleg) yang asal-asalan, tidak memenuhi standart kualitas, baik intlektual maupun pengalaman lapangan, sehingga banyak calon karbitan, anak masih bau kencur, preman tongkrongan, yang semuanya tidak faham nilai perjuagan dan pengorbanaan. Mereka hanya diambil oleh parpol tertentu untuk mengejar target dukungan massa, bukan SDM yang benar-benar disiapkan untuk menjadi pengawal kesejahteraan rayat menuju kemandirian bangsa dan negara. Lantas bagaimana mereka mengentaskan segudang problem bangsa ini?.
 
Delematis memang melihat kondisi Negara Indonesia ini, di negeri yang kaya SDA, segudang SDM yang berkualitas, hanya setagnan pada predikatnya “berkembang”, apa yang terjadi?. Semangat apalagi yang bisa membumikan motifasi pengorbanan dan pengabdian untuk kemajuan bangsa?. Reformasi yang diharapkan dapat mengeluarkan bangsa ini dari belenggu tirani
 
justru menjadi kubangan derita bagi rakyat kecil. Mungkin kalau bisa ditamsilkan, kondisi ini adalah praktik “jahiliyyah” yang tercatat dalam sejarah perkembangan peradaban umat Islam. Mereka mengerti dan faham, tapi pura-pura tidak mengerti, mereka pintar dan cerdas, tapi menyembah batu, tidak menggukan potensinya untuk mengembangkan kehidupannya. Seperti halnya kondisi para penyelenggara Negara ini, mereka faham korupsi itu dilarang, karena akan memiskinkan bangsa, tapi malah menjadi budaya birokrasi. Sumber daya alam Indonesia yang seharusnya dipergunakan untuk sepenuhnya kemakmuran rakyat, justru dijual ke asing, atau dimanfaatkan untuk pribadi dan golongannya.

Kalau Anis Baswedan dalam artikelnya menekankan sikap optimisme kebangsaan dalam mengentaskan problem bangsa, dengan segudang potensi SDM dan SDA yang dimiliki, Indonesia sebenarnya mampu berproses menjadi Negara maju meninggalkan predikat “Negara berkembang”, keluar dari kubangan mental kulit budak, menjadi Negara yang mandiri, adil, makmur, dan sejahtera. Maka perlu optimesme dan potensi itu dibarengi dengan kecerdasan hati sebagai spirit dalam setiap proses perubahan menuju kemajuan. Artinnya kombinasi kecerdasan intlektual dan spiritual, serta spirit keyakinan “Indonesia Bisa Bangkit” adalah modal besar menuju perubahan bangsa Indonesia yang dicita-citakan. Akhirnya Negara ini akan maju berakarkan nilai-nilai pengabdian dan pengorbanan yang sistematis, terukur, dan memiliki target perubahan yang jelas. Wallahul ‘alam

** Ketua Umum P3SN

 

Komentar masuk  

 
0 #1 ummudhia 2010-04-01 11:57
mimin tagfdfdf df df dfd
Quote
 

Tulis komentar


Kode anti spam
Klik untuk menampilkan kode baru

Fiddini Collection

Mutiara Hikmah

Pembina P3SN

 

Iklan Anda

 

 

Data kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterSekarang20
mod_vvisit_counterKemarin38
mod_vvisit_counterSeminggu58
mod_vvisit_counterMinggu Lalu494
mod_vvisit_counterSebulan1299
mod_vvisit_counterBulan Lalu2138
mod_vvisit_counterTotal Kunjungan47343

We have: 2 guests online
IP Anda: 38.107.179.209
 , 
Today: Mei 21, 2012

Sekretariat

Jl. Mesjid At-Taqwa RT 02/RW 08

Kelurahan Kembangan Utara Kecamatan Kembangan

Kotamadya Jakarta Barat

Telp. 02191523905, 02191287015, 081388705094

Poling

Sejauh mana kemandirian pesantren sampai sekarang?