
PENDIDIKAN BERBASIS POTENSI LOKAL:
SOLUSI MENUJU INDONESIA MAJU, MANDIRI, DAN BERDAULAT
Oleh: Aris Adi Leksono
Disadari atau tidak, pendidikan adalah alat utama yang paling efektif untuk melakukan setiap perubahan secara sistematis, terarah, dan berkelanjutan (sustainable). Setiap proses yang dijalankan dalam aktifitas pendidikan pasti menghasilkan out put, baik kecil atau besar, baik atau buruk, yang dapat membangun karakter keperibadian, ciri khas, bahkan tradisi atau budaya yang terus menerus terwariskan.
Bangunan seluruh aspek penentu perubahan negara ini dapat dipastikan tidak lepas dari proses pendidikan, baik formal maupun non formal. Dalam aspek ekonomi, politik, kelautan, pertanian, pertahanan, dll. semua akan berhasil tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan, apabila didukung dengan konsep pendidikan yang mengarah pada penguatan untuk perubahan yang mengarah perbaikan dan kemajuan pada aspek-aspek tersebut.
Pertanyaan kemudian, benarkah poin peryataan normatif tentang urgensi pendidikan tersebut dapat memberika kontribusi positif bagi perubahan seluruh aspek kehidupan Indonesia, yang berkelanjutan ke arah yang lebih baik?, keluar dari belenggu ketidak percaya dirian bangsa untuk menuntaskan persoalan kebangsaan. Sehingga tetap merasa nyaman berada dalam “ketiak” pemilik modal dan bayang-bayang “hantu” liberal dan neo-liberal.
Hari ini semua orang paham, seluruh aspek kehidupan bangsa ini (ekonomi, politik, pertahanan, dll) telah terporak-porandakan oleh kekuatan rekayasa global. Akibat yang sampai sekarang ini dirasakan rakyat Indonesia adalah wabah kemiskinan (67,7 Jiwa), pengangguran, kualitas pendidikan, dan persoalan bangsa yang masih kita rasakan bersama. Jika jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2020 diperkirakan 254 juta jiwa, maka jumlah orang menganggur ini mencapai di atas 20,3 juta orang, meningkat tajam dari tahun 1990 yang baru sekitar 5,37 juta orang, dan dua kali lipat pada tahun 2005 yang di atas 11,15 juta orang. (sumber; Paparan Prof Dr Aris Ananta dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia).
Lalu kemudian, apakah kondisi tersebut akan terus mengahantui bangsa ini?, apakah tidak ada konsep solusi yang berkelanjutan, sehingga dapat menjadi pedoman dalam menjalankan program-program pembenahan kebangsaan menuju kesejahteraan rakyat, kemandirian bangsa dan negara, serta kedaulatan NKRI. Rasanya kita rindu akan hakikat kemerdekaan itu!
Disinilah peran signifikan pendidikan dalam berkontribusi membangun sistem pembangunan nasional berbasis penguatan kapasitas dan kualitas SDM Indonesia. Peran tersebut diwujudkan dengan terbentuknya sistem pendidikan nasional yang mengarah pada pembedayaan potensi lokal Indonesia, misalanya pendidikan berbasis maritim, agraris, dan lokalitas lainnya, sehingga memperkuat budaya dan potensi lokal yang dapat menopang perkembangan dan kemajuan NKRI ke depan.
Semangat menerjemahkan amanat UUD ’45 secara eksplisit, “melindungi segenap rakyat dan seluruh tumpah darah indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian dan keadilan sosial”, serta sadar akan realita persoalan kebangsaan, yang menuntut dengan segera dan bersama-sama seluruh elemen bangsa untuk mencafri solusi konkrit berupa konsep, gerakan dan tindakan rill menuju cita-cita bersama, yakni hakekat kemerdekaan berbangsa dan bernegara Indonesia.
** Penulis adalah Ketua Bidang Kaderisasi PKC PMII DKI Jakarta
- 02/04/2011 17:11 - Fungsi Perpustakaan dalam Pendidikan
- 08/12/2010 12:38 - UNJUK KERJA PENDIDIKAN ALTERNATIF; STUDY PENILAIAN PEMBALAJARAN TUNTAS DI PESANTREN SALAF
- 19/07/2010 07:54 - USAHA PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK PENDIDIKAN
- 02/06/2010 05:44 - Menjaga Kesadaran Jiwa
- 04/03/2009 09:36 - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
- 04/03/2009 09:36 - TIK dalam Pendidikan
- 04/03/2009 09:35 - Mencari Pendidikan Bekwalitas
- 04/03/2009 09:35 - Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran




















