Nampaknya menjadi orang baik yang hidup di negeri ini, lambat laun semakin terasa seperti menjadi rakyat yang waras di tengah masyarakat yang semakin menggila. Hukum, bukan saja semakin tak pasti, tapi semakin sulit diterjemah artinya. Ada gagasan absurd untuk memperbaiki nama baik para koruptor. Entah siapa yang mengusulkan. Ada hutan yang gundul dan terbakar, tapi tak satupun pelaku ditemukan. Ada kesalahan prosedur kerja yang membuat belasan desa tenggelam dan ratusan rakyat sengsara karena lumpur. Tapi tak satupun sanksi jatuh pada manusia yang paling bertanggung jawab atasnya.
Jangan-jangan kita berada di sebuah negeri yang jauh lebih parah dari sekadar raja, permaisuri dan rakyatnya yang gila? Atau kita harus kehilangan kewarasan, satu-satunya harta yang paling berharga yang kita dimiliki, untuk terbebas dari kesengsaraan?
Inilah negeri kita, Indonesia. Negeri yang sama-sama kita cintai. Betapapun sulitnya, kewarasan harus dijaga. Agar negeri ini kembali mampu mencatat sejarah baiknya.
- 02/04/2011 17:11 - Fungsi Perpustakaan dalam Pendidikan
- 22/12/2010 02:40 - Mempertegas Peran Madrasah Sebagai Pelopor Gerakan Indonesia yang Berkarakter
- 08/12/2010 12:38 - UNJUK KERJA PENDIDIKAN ALTERNATIF; STUDY PENILAIAN PEMBALAJARAN TUNTAS DI PESANTREN SALAF
- 19/07/2010 07:54 - USAHA PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK PENDIDIKAN
- 07/06/2010 11:48 - Penilaian Diri (Self Assesment) Dalam Pendidikan
- 13/05/2010 04:16 - PENDIDIKAN BERBASIS POTENSI LOKAL: SOLUSI MENUJU INDONESIA MAJU, MANDIRI, DAN BERDAULAT
- 25/04/2010 01:43 - PAHLAWAN KEBERSIHAN KAMPUNG JATI BEKASI
- 04/03/2009 09:36 - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
- 04/03/2009 09:36 - TIK dalam Pendidikan
- 04/03/2009 09:35 - Mencari Pendidikan Bekwalitas




















